Kelana

Hospital Korban Lelaki #CatatanSriLanka2

Kami tiba di malaysia sekitar pukul satu dini hari. Perjalanan dari surabaya yang secara geografis berada di sebelah timur Kuala Lumpur, membuat kami sedikit melawan arus waktu dan memaksa kami memutar beberapa menit waktu di jam tangan kami masing-masing. Kondisi bandara internasional KL saat itu cukup ramai bila dibandingkan dengan Terminal 2 bandara Juanda yang …

Hospital Korban Lelaki #CatatanSriLanka2 Read More »

Pasport dan Burung Besi #CatatanSriLanka1

“Berape Bang totalnye?” Tanyaku dengan logat Betawi yang aku paksakan. “Hah? No, no”, jawab sopir tersebut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Berape Bang? Ini ghuweh keburu telat!” Timpalku dengan logat yang sama namun kali ini lebih aku paksakan sehingga kata gue seolah terdengar ‘Ghuweh’ hasil perkawinan lidah Jawa Timuran dan aksen Betawi yang terperkosa. “Two hundreds”, jawab sopir itu dengan masih menggelengkan kepala. …

Pasport dan Burung Besi #CatatanSriLanka1 Read More »

Manisnya Pulau Garam

Kali ini, salah satu kepanitiaan yang aku ikuti mambawaku menyeberang ke pulau tetangga. Sebuah pulau yang secara administratif masih merupakan bagian dari provinsi Jawa Timur, namun sering kali dianggap berbeda. Yap, itulah Pulau Madura. Jujur, sebelum pergi kesana, aku sering membayangkan dan menilai bahwa pulau yang terkenal dengan budaya Karapan Sapinya itu identik dengan sesuatu …

Manisnya Pulau Garam Read More »

Kapas Biru

“Waduh, tapi besok kan hari jumat?” kata Ayik memecah keheningan. “Iyo seh, terus ya’opo yo?”, imbuhku dengan ditambahi lirikan ke debbay meminta pertimbangan. Sontak debbay yang sedang ngupil pake jempol kaki, kaget. Dia hentikan aktivitas tersebut dan mulai fokus dengan kekawatian kami. Memang diantara kami bertiga, Debbay inilah yang paling religius, sehingga dalam urusan yang …

Kapas Biru Read More »

Backpacker Gila

“Mungkin orang menganggap kami gila atau apa, sekali lagi kami tidak peduli dengan itu” Ucap bule itu sembari menerawang pemandangan jauh di bawah sana. “Ya, kami tidak punya rumah besar atau mobil mewah seperti orang lain. Namun kami bahagia dengan hidup kami yang seperti ini, menjadi backpacker yang mengunjungi banyak tempat” tambahnya sambil melihat anaknya yang bermata biru …

Backpacker Gila Read More »

Belerang

Hamparan kegelapan masih lekat kala aku tiba di tempat itu. Dinginnya udara pagi seolah berhasil menyihir siapapun untuk tidak membuka mata mereka. Selimut hangat pasti akan di tarik menutupi seluruh badan oleh siapapun yang tak betah dengan bekunya udara gunung.  Temanku menggoyangkan dan membangunkan tubuhku yang sedang lelap berkelana dalam mimpi dengan kasar. Sontak mimpi …

Belerang Read More »

Kelud

Aku begitu cinta dengan Gunung. Ditempat inilah aku merasakan benar-benar ditantang untuk dapat menaklukan diriku sendiri, mengetahui batasku dan mencoba memecahkannya guna menjadi seseorang yang lebih. Gunung, aku yakin bagi seorang pecinta alam, adalah perlambangan hidup yang cukup tepat. Kabutnya yang pekat bagaikan misteri kehidupan yang penuh ketidak pastian, lerengnya yang indah namun menanjak merupakan …

Kelud Read More »

Bersyukur

Kuperhatikan supir angkot ini dari belakang, kulitnya legam, dengan tulang rahang yang tercetak kuat di wajahnya seolah menandakan kerasnya kehidupan jalannan yang harus dilaulinya untuk menyambung hidupnya dan keluargannya. Bajunya yang kumal dengan selembar handuk untuk mengusap keringat melingkari setengah lehernya, ditambah topi bundar khas safari menjadikannya sebuah perpaduan tepat dengan keringnya udara kota ini. …

Bersyukur Read More »

Nenekku Pahlawanku

Aku, seperti halnya jutaan orang lain di muka bumi ini, punya mimpi yang beragam. Mimpi yang selalu menghiasi tidurku dan terbayang hingga terkadang masuk ke alam mimpi. Mimpi yang menjadikan ku hidup untuk mengejarnya. Mimpi bak bahan bakar ampuh yang menggerakkan mesin kehidupan. Salah satu mimpi dari ratusan mimpi yang menjejali batok kepalaku saat ini …

Nenekku Pahlawanku Read More »

Puncak

 “Jadi apa sih yang kamu dapat dari naik gunung itu? apa sih yang puncak sunyi dan dingin itu tawarkan ke kamu?” Salah seorang sahabat dekat Jamil bertanya dengan nada dan ekspresi muka yang tidak benar-benar ingin tahu. “Ya seperti biasa bro, Jawabnya ya cabe dan pedas itu,” jawab Jamil cuek.“Ah, gedabrus, coba kamu elaborasi jawaban kamu, …

Puncak Read More »